Cerpen Seru: Racun Yang Mengikat Jantungku

Baik, ini dia kisah dracin pendek berjudul 'Racun yang Mengikat Jantungku': **Racun yang Mengikat Jantungku** Aroma cendana dan debu kitab kuno selalu menghantuinya. Lin Yue, seorang perancang perhiasan muda nan berbakat di Shanghai yang gemerlap, seringkali terbangun dengan air mata membasahi pipi. Mimpi-mimpi aneh tentang istana megah, jubah sutra berhiaskan naga, dan tatapan mata yang *kejam* namun begitu familiar. Ia tahu, jauh di lubuk hatinya, mimpi-mimpi itu bukanlah sekadar bunga tidur. Mereka adalah _bayangan_ dari kehidupan yang terlupakan. Lin Yue menggenggam liontin giok berbentuk phoenix di lehernya. Sebuah peninggalan dari nenek buyutnya, yang selalu terasa hangat menyentuh kulitnya. Semakin ia menatapnya, semakin kuat ingatan itu mendesak. Ia ingat... ia adalah Putri Chang'e, pewaris takhta Kekaisaran Ming. Dan ia ingat, rasa sakit itu. Cintanya pada Jenderal Zhao, panglima perang yang gagah berani, ternyata hanyalah _topeng_ dari ambisi. Racun yang ditaburkan dalam teh madu kesukaannya, senyum sinis saat ia meregang nyawa, semua terukir jelas dalam benaknya. Zhao *mengkhianatinya* demi merebut kekuasaan. Di kehidupan ini, Zhao bereinkarnasi menjadi CEO tampan dan berpengaruh bernama Zhao Feng. Pertemuan pertama mereka di sebuah gala amal terasa seperti déjà vu yang menusuk jantung. Tatapan Zhao Feng, meski penuh kekaguman, tetap menyimpan sedikit aura dingin yang dikenali Lin Yue. Lin Yue tidak merencanakan balas dendam yang berdarah-darah. Ia terlalu lelah untuk itu. Balas dendamnya hadir dalam bentuk yang lebih halus, lebih menyakitkan. Ia menggunakan keahliannya, pesonanya, dan _pengetahuannya_ tentang Zhao Feng di kehidupan sebelumnya untuk menjatuhkannya. Bukan dengan pedang, tapi dengan _keputusan_ yang tepat di saat yang genting. Ia membocorkan rahasia bisnis Zhao Feng kepada pesaingnya. Ia membujuk investor untuk menarik dana dari perusahaan Zhao. Ia, dengan senyum manis, menikam Zhao Feng tepat di jantung kekuasaannya. Zhao Feng *gagal*. Semua yang ia bangun hancur berkeping-keping. Ia menatap Lin Yue dengan tatapan yang sama seperti dulu, tatapan penuh amarah dan kebencian. "Kau... siapakah kau sebenarnya?" desis Zhao Feng, suaranya tercekat. Lin Yue tersenyum. Senyum yang tidak mencapai matanya. "Aku hanyalah seorang wanita yang belajar dari *kesalahan* masa lalu." Lin Yue berbalik, meninggalkan Zhao Feng yang terpuruk dalam kehancuran. Ia tidak merasa bahagia. Ia hanya merasa... lega. Tugasnya selesai. Di bawah rembulan Shanghai yang pucat, Lin Yue berbisik, "Mungkin... suatu hari nanti, kita akan bertemu lagi. Dan kali ini, *takdir* akan memilih jalan yang berbeda…"
You Might Also Like: Absurd Tapi Seru Bayangan Yang Menjadi

OlderNewest

Post a Comment