Bikin Penasaran: Kaisar Itu Jatuh, Tapi Cintanya Tetap Menjerat Dunia.

Kaisar itu Jatuh, Tapi Cintanya Tetap Menjerat Dunia.

Rinai lembut membasahi Paviliun Anggrek. Li Wei, seorang pelukis istana yang baru diangkat, merasakan getaran aneh di tulang punggungnya. Bukan karena dingin, tapi karena lukisan setengah jadi di hadapannya: seorang pria dengan jubah naga emas, tatapannya MEMIKAT dan... menusuk.

"Lukisan yang indah, Tuan Li." Suara lembut di belakangnya membuat Li Wei tersentak. Pangeran Zhen, putra mahkota yang dikenal ramah, tersenyum padanya. Tapi senyum itu… terasa asing.

Sejak hari itu, mimpi aneh menghantui Li Wei. Istana megah, intrik berdarah, dan seorang kaisar yang dicintai namun dikhianati. Dalam mimpi itu, dialah kaisar itu. Kaisar Agung Xuan, yang memerintah dengan tangan besi dan hati yang rapuh. Mimpi-mimpi itu begitu nyata, begitu MENYAKITKAN, hingga Li Wei mulai mempertanyakan kewarasannya.

Semakin Li Wei melukis, semakin jelas ingatannya. Pengkhianatan itu dilakukan oleh tangan kanannya, Jenderal Zhao, sahabat terdekatnya. Motifnya? Kekuasaan. Dan... cinta. Cinta pada permaisuri kesayangan Kaisar Xuan, Bai Lianhua, yang ternyata membalas perasaannya.

Di kehidupan ini, Pangeran Zhen sangat mirip dengan Jenderal Zhao. Dan Bai Lianhua… dia reinkarnasi menjadi Nona Bai, putri seorang menteri yang sering mengunjungi istana.

Li Wei tahu, dia tidak bisa membunuh mereka. Bukan di kehidupan ini. Balas dendamnya harus lebih halus, lebih menyengat.

Suatu malam, Kaisar memanggil Li Wei. "Lukisan Kaisar Xuan… kau tahu banyak tentangnya."

"Hanya sebatas legenda, Yang Mulia," jawab Li Wei, menunduk.

Kaisar terdiam. "Legenda mengatakan dia dikhianati. Apa pendapatmu?"

Li Wei mengangkat kepalanya. "Kaisar Xuan terlalu percaya. Dia dibutakan oleh cinta dan kesetiaan. Seorang penguasa sejati harus bisa melihat menembus topeng."

Kaisar mengangguk, tampak berpikir keras. Sejak saat itu, Kaisar mulai meragukan Pangeran Zhen dan Nona Bai. Dia mempromosikan Li Wei menjadi penasihatnya, memberinya wewenang TAK TERDUGA. Li Wei menggunakan wewenang itu untuk menanam keraguan di hati semua orang, menghancurkan aliansi Pangeran Zhen dan Nona Bai dari dalam.

Pada akhirnya, Pangeran Zhen diasingkan karena korupsi. Nona Bai dijodohkan dengan seorang jenderal di perbatasan, jauh dari pusat kekuasaan. Mereka kehilangan segalanya, bukan karena kematian, tapi karena kehilangan kesempatan.

Li Wei menatap langit malam dari Paviliun Anggrek. Bulan purnama bersinar terang, seolah menyaksikan drama abadi ini. Dia telah membalas dendam. Tapi di dalam hatinya, hanya ada kehampaan.

Dia berbisik, "Seribu tahun lagi, mungkin… baru kita bisa saling memaafkan."

Kita akan bertemu lagi, dan saat itu, takdir akan memainkan peran yang berbeda.

You Might Also Like: Rekomendasi Moisturizer Lokal Dengan

Post a Comment