Featured Post

Cerpen: Cinta Itu Berpura-Pura Mati, Agar Bisa Hidup Di Dalam Dendam

Di antara kabut ungu dan bayangan gerbang kota terlarang, bersemayamlah kisah terlarang. Bunga teratai putih mekar di kolam bulan, memantulkan wajah Li Wei, putri kaisar yang terkutuk cintanya . Ma…
Cerpen: Cinta Itu Berpura-Pura Mati, Agar Bisa Hidup Di Dalam Dendam
Latest Posts

Bikin Penasaran: Kaisar Itu Jatuh, Tapi Cintanya Tetap Menjerat Dunia.

Kaisar itu Jatuh, Tapi Cintanya Tetap Menjerat Dunia. Rinai lembut membasahi Paviliun Anggrek. Li Wei, seorang pelukis istana yang baru diangkat, merasakan getaran aneh di tulang punggungnya. Bukan…
Bikin Penasaran: Kaisar Itu Jatuh, Tapi Cintanya Tetap Menjerat Dunia.

FULL DRAMA! Pelukan Yang Mengantar Ke Akhir

Pelukan yang Mengantar ke Akhir Angin malam berbisik lirih, mengusap wajah Bai Lian dengan dingin yang menusuk tulang. Cahaya bulan pucat menari di danau teratai, memantulkan sosoknya yang berdiri …
FULL DRAMA! Pelukan Yang Mengantar Ke Akhir

Bikin Penasaran: Roh Yang Menyimpan Rahasia Reinkarnasi

Judul: Roh yang Menyimpan Rahasia Reinkarnasi Alunan guqin malam itu menyayat hati. Di Paviliun Anggrek, di bawah rembulan pucat yang mengintip malu-malu, Ling Yao duduk termenung. Gaun sutra bir…
Bikin Penasaran: Roh Yang Menyimpan Rahasia Reinkarnasi

Drama Abiss! Ratu Itu Menulis Surat Cinta, Tapi Mengirimkannya Bersama Racun.

Ratu Itu Menulis Surat Cinta, Tapi Mengirimkannya Bersama Racun. Angin musim gugur menyapu Istana Giok, membawa aroma krisan dan kepedihan. Di paviliun terpencil, Ratu Lian, wajahnya pucat bagai po…
Drama Abiss! Ratu Itu Menulis Surat Cinta, Tapi Mengirimkannya Bersama Racun.

Cerpen Seru: Tatapan Yang Membakar Setiap Doa

Tatapan yang Membakar Setiap Doa Lembah Bunga Persik, tempat kami dibesarkan, kini terasa seperti kuburan yang luas. Angin berbisik, bukan melodi masa kecil, melainkan desahan PERINGATAN . Dulu, Li…
Cerpen Seru: Tatapan Yang Membakar Setiap Doa

Cerita Populer: Langit Yang Menangis Darah

Langit yang Menangis Darah Kabut pegunungan Wuyi menyelimuti Puncak Pedang seperti kain kafan. Udara dingin menggigit kulit, menusuk hingga tulang. Sepuluh tahun sudah berlalu sejak Li Wei, pendeka…
Cerita Populer: Langit Yang Menangis Darah
OlderNewest